Kamis, 11 Oktober 2012

Makalah "Andai Aku Jadi Walikota Pekalongan"






KATA PENGANTAR
                Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan judul “Andai Aku Jadi Walikota Pekalongan” untuk mengikuti Kompetisi Mencari Walikota Pekalongan Masa Depa tahun 2012 dengan baik tanpa halangan apapun.
            Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberitahukan kepada semua kalangan bahwa saya Insya Allah mampu mengemban tugas menjadi Walikota Pekalongan dengan sebaik – baiknya.
Atas bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak pada kesempatan ini disampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1 Ibu Budi Hartati, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA NEGERI 2 PEKALONGAN.
2 Bapak Reno Wiyoso, S.Pd yang telah membimbing dan mendampingi
    dalam menyelesaikan makalah ini.
            Semoga amal kebaikan semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini mendapat imbalan dari Tuhan YME. Diharapkan karya tulis ini bermanfaat bagi masyarakat. Akhirnya saran dan kritik yang membangun dari para pembaca diharapkan bisa menyempurnakan makalah ini.
Pekalongan,    Mei 2012
Penulis   
                                                            



DAFTAR ISI

Kata Pengantar             
Daftar Isi                      
A. Pendahuluan             
Latar Belakang      
Visi dan Misi        
B. Pembahasan              
1.   Kemiskinan           
2.   Alam                       
3.   Seni Budaya           
4.   Pendidikan             
5.     Olah Raga              






A.   PENDAHULUAN

  Latar Belakang
Kota Pekalongan, adalah salah satukota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan. Kota ini terletak di jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta.
Pekalongan dikenal mendapat julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif.  Kota Pekalongan memiliki pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa. Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan. Transportasi di Pekalongan pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun dll.
Untuk makanan, Pekalongan mempunyai megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan. Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain semisal syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh walikota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.
           
Kota Pekalongan membentang antara 6º50’42”–6º55’44” LS dan ‎‎109º37’55”–109º42’19” BT. Berdasarkan koordinat fiktifnya, Kota Pekalongan ‎membentang antara 510,00 – 518,00 Km membujur dan 517,75 – 526,75 Km ‎melintang. Jarak terjauh dari Utara ke Selatan mencapai ± 9 Km, sedangkan dari ‎Barat ke Timur mencapai ± 7 Km.





VISI :
            Membangun masyarakat thoyibah yang berbasiskan nilai – nilai religius berwawasan lingkungan
Penjelasan Visi:
1.Masyarakat thoyibah, pembangunan dan seluruh aktivitas pemerintahan adalah  upaya guna mendorong terwujudnya masyarakat yang sejahtera, maju, makmur, mandiri, serta beretika dalam menjalankan, mengelola dan mengatur kehidupan bersama secara tertib, berkeadilan, bermartabat dan berbudi pekerti yang luhur sesuai ajaran agama masing – masing.

2. Nilai - nilai religiusitas menjadi patokan dan pertimbangan pokok dalam penyelenggaraan proses pemerintahan dan pembangunan serta menjadi pilar utama masyarakat thoyibah  yang dicita-citakan agar terbentuk keseimbangan antara kemajuan di bidang material dengan nilai-nilai religius  dalam kehidupan masyarakat.
3. Berwawasan lingkungan, dalam upaya mewujudkan Kota Pekalongan yang lestari, aman, nyaman, berdaya dukung dan berkelanjutan, bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Dengan demikian Kota Pekalongan menjadi lingkungan atau tempat tinggal yang nyaman bagi warga, serta lestari dan berdaya dukung bagi kelangsungan penyelenggaraan berbagai usaha warga Kota Pekalongan.

MISI :
1. Mementingkan Pendidikan yang berbudi pekerti , santun, dan berkualitas
2. Menjadikan Kota Pekalongan bebas rob dan banjir
3. Menanggulangi kemiskinan beerbasis masyarakat
4. Memperkuat kelembagaan dan pendidikan keagamaan
5. Menjadikan Kota Pekalongan sebagai kota “budaya”



B. PEMBAHASAN

SEANDAINYA SAYA MENJADI WALIKOTA PEKALONGAN
SAYA AKAN MEMBENAHI SEKTOR :

1. Kemiskinan
2. Alam
3. Seni Budaya
4. Pendidikan
5. Olah Raga















1.  Kemiskinan
           
Pemberantasan kemiskinan yang dilakukan dengan upaya teratur dan terukur, merupakan tugas negara dan pemerintah sebagaimana diperintahkan konstitusi. Jika karena suatu alasan pemerintah di daerah lebih memikirkan investasi dan lalu mengabaikan penanggulangan kemiskinan, itu salah. Jika investasinya sukses sementara kemiskinan tidak diatasi, itu sama halnya dengan  kaya di atas penderitaan orang lain.
Cara Penanggulangan kemiskinan:
 1.  Memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga miskin
            Memberikan BLT kepada warga miskin sesuai data dari BPS setiap sebulan sekali
2.  Memberikan Pekerjaan kepada warga usia produktif bekerja
           
            Memberikan pekerjaan kepada warga usia produktif yaitu dengan membuat lapangan pekerjaan di mana warga usia produktif yang sedang menganggur langsung dipekerjakan di sana, misalnya di Pabrik tekstil, di bid. UKM, dll.
3.  Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional

            Pertama, cakupan program luas serta dapat diakses semua penduduk yang membutuhkan perlindungan dan bantuan.
            Kedua, berkelanjutan dan tidak tergantung dari kebijakan pemerintah untuk suatu waktu tertentu.
            Ketiga, transparan dan tidak menjadi alat politik oleh pihak mana pun.
            Keempat, jika memakai sistem asuransi sosial, iuran harus dapat dipikul peserta dalam batas kemampuan penghasilan tetap dan pemberi kerja harus berkontribusi tanpa boleh menjadi sumber kerugian perusahaan.
            Kelima, manfaat bagi peserta harus jelas sejak awal, dari besaran, jangka waktu, hingga siapa saja yang berhak memperoleh manfaat.
            Keenam, iuran negara harus terukur dalam batas kemampuan negara untuk jangka panjang.
            Program-program bantuan sosial untuk pembangunan sosial, ekonomi, dan politik yang bertujuan kesinambungan pembangunan jangka panjang.
4. Menjamin kesehatan fakir miskin
            Memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi warga mikin yaitu dengan JAMKESMAS, JAMKESDA, ataupun dari pihak ASKES.

2. Alam
1. Masalah Rob di Pekalongan
            Masalah Rob di Pekalongan dapat teratasi yaitu dengan meninggikan kawasan – kawasan di Pekalongan yang berpotensi tergenang rob. Daerah – daerah di sekitar pantai dibuat tanggul. Agar berfungsi bagi masyarakat dibuat Jalingkut ( Jalur Lingkar Utara ) yang berguna bagi masyarakat Pekalongan dan kelancaran arus lalu lintas jalur utara di Pekalongan.
2. Lingkungan di Pekalongan yang kotor
            Lingkungan yang kotor dapat teratasi dengan cara memberikan satu tempat sampah per warga dan 1 buah truk sampah
3. Air Bersih
            Mendapatkan air bersih, mungkin lumayan mudah. Namun, untuk daerah – daerah terpencil mungkin amat sulit. Maka dari itu, di tiap – tiap desa akan dibuatkan minimal 5 tower air bersih yang akan diurus oleh PAMSIMAS

3.Seni Budaya 
1.Mempromosikan Batik
            Langkahnya yaitu dengan mengundang beberapa pejabat di Indonesia
minimal 2 minggu sekali untuk mengunjungi Museum Batik di Pekalongan. Mengadakan Pameran Batik dari berbagai daerah di Indonesia 2 minggu sekali. Selain itu, juga dengan mempromosikan batik lewat internet agar Batik Pekalongan dikenal hingga ke mancanegara.
2. Melestarikan kebudayaan nenek moyang
            Melestarikan kebuyaan nenek moyang seperti Syawalan; Krapyakan; Pek Chun; dll.
3. Mempromosikan Museum Graha Tosan Aji
            Museum Graha Tosan Aji yaitu museum keris di Pekalongan. Hal ini perlu dipromosikan karena Pekalongan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terdapat museum keris. Caranya dengan mengadakan Pameran keris dari berbagai daerah tiap sebulan sekali.


4. Pendidikan
1. Program Pendidikan Anak Usia Dini
            Pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dijabarkan ke dalam 8 kegiatan, yaitu rehabilitasi sedang / berat bangunan sekolah TK/RA, pelatihan kompetensi tenaga pendidik PAUD, pengembangan pendidikan anak usia dini, fasilitasi pendidikan anak usia dini, fasilitasi operasional pendidikan (FOP) TK/RA, fasilitasi operasional kelembagaan PAUD dan forum kelembagaan PAUD, fasilitasi operasional pendidikan TK Negeri dan TK Pembina, serta peningkatan mutu pendidikan Taman Kanak-Kanak di Kota Pekalongan.. Sedangkan dari sisi pendidik, dilakukan pelatihan peningkatan kompetensi beberapa pendidik PAUD.
2. Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun ditujukan pada pencapaian sasaran pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing. Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, dilaksanakan kegiatan penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu SD / SMP, Pembinaan SMP Terbuka, penyelenggaraan pendidikan kejar paket A setara SD, dan penyelenggaraan pendidikan kejar paket B setara SMP. Kegiatan dilaksanakan sekaligus sejalan dengan pemberian bantuan operasional sekolah (BOS). Selain itu juga peningkatan mutu dan daya saing pendidikan.
Upaya peningkatan mutu juga ditujukan pada peningkatan mutu pendidikan dasar yang berisi kegiatan lomba jenjang pendidikan SD dan SMP mulai dari tingkat kecamatan, kota, karesidenan, provinsi, dan nasional;
3. Program Pendidikan Menengah
Upaya untuk mewujudkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah, antara lain ditempuh melalui kegiatan pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, penyelenggaraan kejar paket C setara SMA, fasilitasi penerimaan peserta didik baru SM/SMK/MA, fasilitasi penyelenggaraan UAS SMA/MA, dan fasilitasi penyelenggaraan UAS SMK. Kegiatan pemberian beasiswa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan dapat memberikan peluang yang sama kepada lulusan SMP/MTs yang berasal dari keluarga kurang mampu dalam mengakses pendidikan menengah.



5. Olahraga
1. Pembinaan  atlet Usia Dini
            Pembinaan atlet Usia Dini dilakukan dengan cara membimbingnya sejak dari kecil yaitu dengan memfasilitasinya secara gratis.
2. Pembenahan Stadion Kota Batik
            Pembenahan Stadion Kota Batik dilakukan dengan cara membenahi infrastruktur; sarana dan prasarana nya agar para atlet yang berlatih di sana menjadi nyaman.
3. Mengadakan lomba – lomba tentang olahraga
             Lomba – lomba tersebut minimal 5 cabang tiap bulan.
4. Memberikan jaminan bagi atlet berprestasi
            Memberikan jaminannya yaitu bila atlet tersebut berusia produktif bekerja. Maka, diberikan pekerjaan yang layak. Jika bagi yang berusia pelajar diberikan beasiswa sekolah gratis di sekolah tersebut.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar