Sabtu, 29 September 2012

TEXT DRAMA


Remorse a Student

(Wednesday morning, lesson first hour begins. Teachers have completed Presence to students)

Mrs. Dian        : “Since Monday, Adi does not enter in the class.” (Teacher glanced
                        whole in the class . Class seemed quiet, all the students were 
whispering )
Amin               : “Let he did not enter in the class, Mom! We are very happy! We
dislike him.”
Rez                  : “Should trash are removed from school.
Mrs Dian         : (Surprised) “You should not prejudice the Adi.”
Windarti          : “But really he annoy peace of this class.”
Rez                  : “Three days ago, he hit anyone who is nearby. He also 
ripped our books.”
Windarti          : “He was always difficult mother, right?”
Mrs Dian         : “Yeah. But ... we do not have to hate it. He needs our love. He
                         going through a difficult time in her family.”

       ( Suddenly, Adi come to class with a sharp eye and approached Mrs. Dian)

Adi                  : “What has been told to you about my family?”
                         (Adi glaring to all his friends and stand in front of the class, then
                          approached Mrs. Dian)
Rez                  : “Whats !!! What do you say, Adi?” (Rez stand up and shout)
Adi                  : “I warn you once again, not too much meddling
                         My family personally! Adi approached and threatened Mrs.Dian)
Mrs. Dian        : “I'm not afraid of your threat. I just want to help.”
Adi                  : “Don’t touch me !!! If you keep interfering with my family. I want to
 killed you !!!”
Windarti          : “No, Di! you should not kill her . He was just that....”
Mrs Dian         : “Let!!! Let him!! Do not block him!! Let him know I just want to ....”
(Mrs. Dian  out crying)
Amin               : “You are unreasonable!”
Windarti          : “Teacher as you have the heart to hurt it! You really pupil extremely
                        cruel.”
Adi                  : “Okay. But she always deploy disgrace my family.”
Rez                  : “Lie! That is lie! Mom always advocated love and comprehension.”
Amin               : “Before you go, he made us realize that you have to  understood love. 
But you ...”
Adi                  : “Enough ! I was exhausted with my family issues.”
Windarti          : “Apologize to Mrs. Dian, we all will bring you!”

(AlphaAdi immediately to the teacher followed by friends )

Adi                  : “Excuse me, Mom! I want to apologize for all my words to Mother. I 
am sorry, Mom! Really, I’m sorry.” (Adi apologizes kneel before Mrs.    Dian)
Mrs Dian         : “Yes, Di. I've already forgiven you. Everything is
just misunderstood.”


INDONESIA

Penyesalan Seorang Murid

(Rabu pagi, jam pelajaran pertama dimulai. Guru telah menyelesaikan Presence kepada siswa)

Bu Dian : "Sejak Senin, Adi tidak masuk dalam kelas" (Guru melirik
         
        seluruh di kelas. Kelas tampak tenang, semua siswa berbisik)
Amin
      : "Biarkan dia tidak masuk dalam kelas,Bu! Kami sangat senang! Kita
                  tidak menyukainya. "
Rez
         : " Sebaiknya sampah tersebut dikeluarkan dari sekolah."
Bu Dian : (Terkejut) "Kamu tidak boleh berprasangka kepada Adi."
Windarti: "Tapi sebenarnya ia mengganggu ketenangan kelas ini."
Rez
         : "Tiga hari lalu, dia memukul siapa saja yang berada di dekatnya. Dia juga
                 merobek buku-buku kami. "
Windarti: "Dia selalu
menyulitkan Ibu, kan?"
Mrs Dian: "Ya. Tapi ... kita tidak perlu membencinya. Dia butuh cinta kita. Dia
    
              akan melalui waktu yang sulit dalam keluarganya. "

       (Tiba-tiba, Adi datang ke kelas dengan mata tajam dan mendekati Ibu Dian)

Adi
         : "Apa yang telah diberitahu kepada kalian tentang keluarga saya"
       
         (Adi melotot kepada semua teman-temannya dan berdiri di depan kelas,   
    kemudian mendekati Bu Dian)
Rez          : "Apa! Apa yang kamu katakan, Adi "(Rez berdiri dan berteriak)?
Adi
          : "Saya memperingatkan sekali lagi, jangan   mencampuri urusan keluarga  
                 saya secara pribadi! Adi mendekat dan mengancam Bu Dian)
Bu Dian  : "Saya tidak takut ancamanmu. Saya hanya ingin membantumu. "
Adi
          : "Jangan sentuh aku! Jika Anda terus mengganggu keluarga saya. Saya  
                 akan membunuhmu! "
Windarti
: "Tidak, Di! Kamu tidak seharusnya membunuh Bu Dian. Dia itu hanya...."
Bu Dian  : "Biarkan! Biarkan dia! Jangan halangi dia!! Biarkan dia tahu aku hanya
                 ingin .... "(Bu Dian menangis)
Amin
       : "Kamu keterlaluan!"
Windarti
: "Guru sebaik itu tega kamu sakiti ! Kamu sungguh murid yang sangat
kejam. "
Adi
         : "Oke. Tapi dia selalu menyebarkan aib keluarga saya. "
Rez
          : "Bohong! Itu bohong! Ibu selalu menganjurkan cinta dan pemahaman. "
Amin
       : "Sebelum kamu pergi, ia membuat kami menyadari bahwa kamu  harus mengerti arti cinta dan pemahaman, tapi kau ... "
Adi
          : "Cukup! Saya lelah dengan masalah keluarga saya. "
Windarti
:  "Minta maaf pada Bu Dian, kita semua akan membawamu!"

                        (Adi segera kepada guru diikuti oleh teman-teman)

Adi
         : "Permisi, Bu! Saya mau minta maaf untuk semua kata-kata saya kepada  
                 Ibu. Saya minta maaf, Bu. Sungguh, saya minta maaf, Bu! " (Adi meminta  
                 maaf sambil berlutut dihadapan Bu Dian).
Mrs Dian: "Ya, Di. Aku sudah memaafkanmu. Semuanya
hanya salah paham. "




Tidak ada komentar:

Posting Komentar